Beranda » 2012 » Desember » 19

Arsip Harian: 19 Desember 2012

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Nama Sekolah    :    …………………………….
Mata Pelajaran    :     Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas    :     IV (Empat)
Semester    :     I (Satu)
Alokasi Waktu   :  4 x 35 menit (2 pertemuan)

Standar Kompetensi**
1. Memahami sistem pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan.

Kompetensi Dasar
1.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan.

A.    Tujuan Pembelajaran
    Siswa dapat menjelaskan lingkungan desa secara Tanggung jawab ( responsibility )
    Siswa dapat menyebutkan perangkat desa.
    Siswa dapat menyebutkan sumber keuangan desa.
    Siswa dapat menjelaskan lingkungan kelurahan.
    Siswa dapat menyebutkan perangkat kelurahan.
    Siswa dapat menyebutkan sumber keuangan kelurahan.
    Siswa dapat menjelaskan lingkungan kecamatan dan menyebutkan perangkatnya.

    Karakter siswa yang diharapkan :     Dapat dipercaya ( Trustworthines), Rasa hormat dan perhatian ( respect ), Tekun ( diligence ) ,    Tanggung jawab ( responsibility ) Berani ( courage ), Integritas ( integrity ), Peduli ( caring ), Jujur ( fairnes ) dan Kewarganegaraan ( citizenship )

B.    Materi Ajar
    Desa.
    Kelurahan.
    Kecamatan.

Desa di Indonesia
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebut bahwa Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Desa bukanlah bawahan kecamatan, karena kecamatan merupakan bagian dari perangkat daerah kabupaten/kota, dan desa bukan merupakan bagian dari perangkat daerah. Berbeda dengan Kelurahan, Desa memiliki hak mengatur wilayahnya lebih luas. Namun dalam perkembangannya, sebuah desa dapat dirubah statusnya menjadi kelurahan.
Kewenangan desa adalah:
•    Menyelenggarakan urusan pemerintahan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul desa
•    Menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota yang diserahkan pengaturannya kepada desa, yakni urusan pemerintahan yang secara langsung dapat meningkatkan pelayanan masyarakat.
•    Tugas pembantuan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota
•    Urusan pemerintahan lainnya yang diserahkan kepada desa.
Pemerintahan Desa
Desa memiliki pemerintahan sendiri. Pemerintahan Desa terdiri atas Pemerintah Desa (yang meliputi Kepala Desa dan Perangkat Desa) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
Kepala Desa
Kepala Desa merupakan pimpinan penyelenggaraan pemerintahan desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Masa jabatan Kepala Desa adalah 6 tahun, dan dapat diperpanjang lagi untuk satu kali masa jabatan. Kepala Desa juga memiliki wewenang menetapkan Peraturan Desa yang telah mendapat persetujuan bersama BPD.
Kepala Desa dipilih langsung melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) oleh penduduk desa setempat. Syarat-syarat menjadi calon Kepala Desa sesuai Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 sbb:
1.    Bertakwa kepada Tuhan YME
2.    Setia kepada Pacasila sebagai dasar negara, UUD 1945 dan kepada NKRI, serta Pemerintah
3.    Berpendidikan paling rendah SLTP atau sederajat
4.    Berusia paling rendah 25 tahun
5.    Bersedia dicalonkan menjadi Kepala Desa
6.    Penduduk desa setempat
7.    Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana kejahatan dengan hukuman paling singkat 5 tahun
8.    Tidak dicabut hak pilihnya
9.    Belum pernah menjabat Kepala Desa paling lama 10 tahun atau 2 kali masa jabatan
10.    Memenuhi syarat lain yang diatur Perda Kab/Kota
Perangkat Desa
Perangkat Desa bertugas membantu Kepala Desa dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Salah satu perangkat desa adalah Sekretaris Desa, yang diisi dari Pegawai Negeri Sipil. Sekretaris Desa diangkat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atas nama Bupati/Walikota.
Perangkat Desa lainnya diangkat oleh Kepala Desa dari penduduk desa, yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.
Badan Permusyawaratan Desa
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa bersangkutan berdasarkan keterwakilan wilayah. Anggota BPD terdiri dari Ketua Rukun Warga, pemangku adat, golongan profesi, pemuka agama dan tokoh atau pemuka masyarakat lainnya. Masa jabatan anggota BPD adalah 6 tahun dan dapat diangkat/diusulkan kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya. Pimpinan dan Anggota BPD tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai Kepala Desa dan Perangkat Desa. BPD berfungsi menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.
Keuangan desa
Penyelenggaraan urusan pemerintahan desa yang menjadi kewenangan desa didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa), bantuan pemerintah dan bantuan pemerintah daerah. Penyelenggaraan urusan pemerintah daerah yang diselenggarakan oleh pemerintah desa didanai dari APBD. Penyelenggaraan urusan pemerintah yang diselenggarakan oleh pemerintah desa
Sumber pendapatan desa terdiri atas:
•    Pendapatan Asli Desa, antara lain terdiri dari hasil usaha desa, hasil kekayaan desa (seperti tanah kas desa, pasar desa, bangunan desa), hasil swadaya dan partisipasi, hasil gotong royong
•    Bagi hasil Pajak Daerah Kabupaten/Kota
•    bagian dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah
•    bantuan keuangan dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan;
•    hibah dan sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat.
•    Pinjaman desa
APB Desa terdiri atas bagian Pendapatan Desa, Belanja Desa dan Pembiayaan. Rancangan APB Desa dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa. Kepala Desa bersama BPD menetapkan APB Desa setiap tahun dengan Peraturan Desa.
Lembaga kemasyarakatan
Di desa dapat dibentuk lembaga kemasyarakatan, yakni lembaga yang dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat. Lembaga kemasyarakatan ditetapkan dengan Peraturan Desa. Salah satu fungsi lembaga kemasyarakatan adalah sebagai penampungan dan penyaluran aspirasi masyarakat dalam pembangunan. Hubungan kerja antara lembaga kemasyarakatan dengan Pemerintahan Desa bersifat kemitraan, konsultatif dan koordinatif.
Pembentukan Desa ( Pembagian Administratif Desa)
Desa dibentuk atas prakarsa masyarakat dengan memperhatikan asal-usul desa dan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Pembentukan desa dapat berupa penggabungan beberapa desa, atau bagian desa yang bersandingan, atau pemekaran dari satu desa menjadi dua desa atau lebih, atau pembentukan desa di luar desa yang telah ada.
Desa dapat diubah atau disesuaikan statusnya menjadi kelurahan berdasarkan prakarsa Pemerintah Desa bersama BPD dengan memperhatikan saran dan pendapat masyarakat setempat. Desa yang berubah menjadi Kelurahan, Lurah dan Perangkatnya diisi dari pegawai negeri sipil.
Desa yang berubah statusnya menjadi Kelurahan, kekayaannya menjadi kekayaan daerah dan dikelola oleh kelurahan yang bersangkutan untuk kepentingan masyarakat setempat.
Desa mempunyai ciri budaya khas atau adat istiadat lokal yang sangat urgen,
Pembagian Administratif Padukuhan (Dusun)
Dalam wilayah desa dapat dibagi atas dusun atau padukuhan , yang merupakan bagian wilayah kerja pemerintahan desa dan ditetapkan dengan peraturan desa.
Kelurahan
Kelurahan adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan.
Dalam konteks otonomi daerah di Indonesia, Kelurahan merupakan wilayah kerja Lurah sebagai Perangkat Daerah Kabupaten atau kota. Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah.
Kelurahan merupakan unit pemerintahan terkecil setingkat dengan desa. Berbeda dengan desa, kelurahan tidak memiliki hak mengatur wilayahnya lebih terbatas. Dalam perkembangannya, sebuah desa dapat ditingkatkan statusnya menjadi kelurahan.

Pembagian administratif Indonesia

Tingkat provinsi
Provinsi
Daerah khusus • Daerah Istimewa

Tingkat kabupaten/kota
Kabupaten • Kota
Kabupaten administrasi
Kota administrasi • Kota otonom
Kota kecamatan

Tingkat kecamatan
Kecamatan • Distrik

Tingkat kemukiman
Mukim (khusus Aceh)

Tingkat kelurahan/desa
Kelurahan • Desa
Nagari • Kampung • Gampong • Pekon

Kecamatan
Kecamatan adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kabupaten atau kota. Kecamatan terdiri atas desa-desa atau kelurahan-kelurahan.
Dalam konteks otonomi daerah di Indonesia, Kecamatan merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten atau Kota yang mempunyai wilayah kerja tertentu yang dipimpin oleh seorang Camat. Istilah “Kecamatan” di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam disebut juga dengan “Sagoe Cut” sedangkan di Papua disebut dengan istilah “Distrik”.

C.    Pendekatan dan Metode Pembelajaran
Pendekatan kontekstual.
Pendekatan Cooperative Learning.
Diskusi dengan teman sebangku.
Penugasan.

D.    Langkah-langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama dan Kedua
    Kegiatan Awal
Apersepsi :
–    Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing untuk mengawali pelajaran.
motivasi  :
–    Mengajak siswa bertanya jawab tentang kegiatan apa saja yang dilakukan pada pagi hari sejak bangun tidur sampai anak berangkat ke sekolah.
–    Dilanjutkan dengan bertanya jawab tentang di lingkungan mana siswa hidup.
–    Mengajak siswa untuk menyebutkan lingkungan pemerintahan dari tingkatan yang paling kecil (desa, kelurahan, kecamatan, dan seterusnya) yang dibimbing oleh guru. Tanya jawab ini dikaitkan dengan sistem pemerintahan (desa, kelurahan, dan kecamatan) yang akan dibahas.

    Kegiatan Inti
    Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
    Semua siswa diminta untuk menyebutkan tingkatan pemerintahan yang ada di Indonesia (desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten, kota, dan provinsi), secara Dapat dipercaya ( Trustworthines), dan perhatian ( respect ),
    Guru bercerita tentang bacaan dalam buku.
    melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
    menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
    memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya; secara Peduli ( caring ), Jujur ( fairnes ) dan memiliki nilai Kewarganegaraan ( citizenship )

    melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
    memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

    Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
    Bertanya jawab tentang pemerintahan dari tingkatan pemerintahan yang paling kecil, misalnya: pemerintahan terendah ada pada desa atau kelurahan; lalu, beberapa desa atau kelurahan digabungkan ke dalam suatu kecamatan; lalu, beberapa kecamatan digabungkan ke dalam kota atau kabupaten; dan seterusnya.
    Menyimak pemahaman pengertian desa/kelurahan/kecamatan, termasuk perangkat-perangkatnya.
    Mengajak siswa menyimak “Saya Tambah Pandai” untuk menambah wawasan.
    Mengajak siswa untuk berdiskusi melalui “Pertanyaan Pemahaman”.
    Menugaskan siswa untuk memberikan laporan hasil pengamatan tentang materi yang dibahas setelah melakukan kunjungan-kunjungan ke kantor instansi.
    Mengajak siswa untuk mengerjakan soal-soal yang ada dalam buku kerja/buku paket PKn
    membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
    memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
    memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
    memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
    memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
    memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
    memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
    memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;

    Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
    memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
    memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
    memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
    memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
    berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
    membantu menyelesaikan masalah;
    memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
    memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
    memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

    Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
    bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
    merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
    menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

E.    Sumber/Bahan Belajar
    Buku paket (Buku Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar Kelas IV, terbitan Narasumber umum.)
    Orang tua.
    Teman.
    Lingkungan rumah (keluarga), sekolah, dst.

F.    Penilaian
Indikator Pencapaian
Kompetensi    Teknik Penilaian    Bentuk Instrumen    Instrumen/ Soal
    Menjelaskan lingkungan desa.
    Menyebutkan perangkat desa.
    Menyebutkan sumber keuangan desa
    Menjelaskan lingkungan kelurahan.
    Menyebutkan perangkat kelurahan.
    Menyebutkan sumber keuangan kelurahan.
    Menjelaskan lingkungan kecamatan dan menyebutkan perangkatnya.     Tugas individu

    Penilaian lisan
    Penilaian unjuk kerja (keberanian untuk menyampaikan pendapat)
    Penilaian tulisan
    Penilaian sikap (pengamatan perilaku)
    Penilaian tulisan
    Penilaian sikap (pengamatan perilaku)        Mengapa pemerintah desa dapat memanfaatkan kekayaan desa sebagai dana penyelenggaraan pemerintah desa?
    Mengumpulkan laporan dan mencatat hasil diskusi: mengapa bantuan pihak ketiga atau sumber lain kepada kelurahan harus bersifat tidak mengikat dan sah?
    Mengumpulkan laporan dan mencatat hasil diskusi: mengapa semua perangkat kecamatan bertanggung jawab kepada camat? Mengapa camat mendapatkan gaji dari pemerintah?

Format Kriteria Penilaian
    PRODUK ( HASIL DISKUSI )
No.    Aspek    Kriteria    Skor
1.    Konsep    * semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah    4
3
2
1

    PERFORMANSI
No.    Aspek    Kriteria    Skor
1.

2.    Pengetahuan

Sikap    * Pengetahuan
* kadang-kadang Pengetahuan
* tidak Pengetahuan

* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap    4
2
1

4
2
1

Lembar Penilaian
No    Nama Siswa    Performan    Produk    Jumlah Skor    Nilai
Pengetahuan    Sikap
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
CATATAN :
Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
    Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.

…………, ………………….20 …
Mengetahui
Kepala Sekolah    Guru Mapel PKN.

…………………………….    …………………………….
NIP :    NIP :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Nama Sekolah    :    …………………………….
Mata Pelajaran    :     Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas    :     IV (Empat)
Semester    :     I (Satu)
Alokasi Waktu    :   2 x 35 menit (1 pertemuan).

Standar Kompetensi**
1. Memahami sistem pemerintahan desa dan pemerintah kecamatan.

Kompetensi Dasar
1.2  Menggambarkan struktur organisasi desa dan pemerintah kecamatan.

A.    Tujuan Pembelajaran
    Siswa dapat memahami gambar struktur pemerintahan desa.
    Siswa dapat memahami gambar struktur pemerintahan kelurahan.
    Siswa dapat memahami gambar struktut pemerintahan kecamatan.

    Karakter siswa yang diharapkan :  Dapat dipercaya ( Trustworthines), Rasa hormat dan perhatian ( respect ), Tekun ( diligence ) ,    Tanggung jawab ( responsibility ) Berani ( courage ), Integritas ( integrity ), Peduli ( caring ), Jujur ( fairnes ) dan Kewarganegaraan ( citizenship )

B.    Materi Ajar
    Struktur pemerintahan desa.
    Struktur pemerintahan kelurahan.
    Struktur pemerintahan kecamatan.

C.    Pendekatan dan Metode Pembelajaran
    Pendekatan kontekstual.
    Pendekatan Cooperative Learning.
    Diskusi dengan teman sebangku.
    Penugasan.

D.    Langkah-langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama dan Kedua
    Kegiatan Awal
Apersepsi :
–    Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing untuk mengawali pelajaran.
motivasi  :
–    Mengajak siswa bertanya jawab tentang kegiatan apa saja yang dilakukan setelah pulang dari sekolah.
–    Dilanjutkan dengan mengajak siswa untuk menyebutkan struktur organisasi/pemerintahan desa, kelurahan, dan kecamatan.

    Kegiatan Inti
    Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
    Semua siswa diminta untuk mengamati gambar struktur pemerintahan desa, kelurahan, dan kecamatan.
    melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
    menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
    memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
    melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
    memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

    Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
    membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
    memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
    memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
    memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
    memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
    memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
    memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
    memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
    memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

    Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
    memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
    memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
    memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
    memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
    berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
    membantu menyelesaikan masalah;
    memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
    memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
    memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

    Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
    bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
    merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
    menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

E.    Sumber/Bahan Belajar
    Buku paket (Buku Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar Kelas IV, terbitan Narasumber umum.)
    Orang tua.
    Teman.
    Lingkungan rumah (keluarga), sekolah, dst.

F.    Penilaian
Indikator Pencapaian
Kompetensi    Teknik Penilaian    Bentuk Instrumen    Instrumen/ Soal
    Memahami gambar struktur pemerintahan desa,
    Memahami gambar struktur pemerintahan kelurahan,
    Memahami gambar struktur pemerintahan kecamatan.    Tugas individu

    Penilaian lisan
    Penilaian unjuk kerja (keberanian untuk menyampaikan pendapat)
    Penilaian tulisan
    Penilaian sikap (pengamatan perilaku)
    Penilaian tulisan
    Penilaian sikap (pengamatan perilaku)        gambarkan struktur pemerintahan desa.
    gambarkan struktur pemerintahan kelurahan.
    gambarkan struktur pemerintahan kecamatan.

Format Kriteria Penilaian
    PRODUK ( HASIL DISKUSI )
No.    Aspek    Kriteria    Skor
1.    Konsep    * semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah    4
3
2
1

    PERFORMANSI
No.    Aspek    Kriteria    Skor
1.

2.    Pengetahuan

Sikap    * Pengetahuan
* kadang-kadang Pengetahuan
* tidak Pengetahuan

* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap    4
2
1

4
2
1

Lembar Penilaian
No    Nama Siswa    Performan    Produk    Jumlah Skor    Nilai
Pengetahuan    Sikap
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

CATATAN :
Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
    Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.

…………, ………………….20 …
Mengetahui
Kepala Sekolah    Guru Mapel PKN.

…………………………….    …………………………….
NIP :    NIP :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Nama Sekolah    :    …………………………….
Mata Pelajaran    :     Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas    :     IV (Empat)
Semester    :     I (Satu)
Alokasi Waktu    :  4 x 35 menit (2 pertemuan).

Standar Kompetensi**
2.    Memahami sistem pemerintahan kabupaten, kota, dan provinsi.

Kompetensi Dasar
2.1 Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan kabupaten, kota, dan provinsi.

A.    Tujuan Pembelajaran
    Siswa dapat menjelaskan pemerintahan kabupaten/kota.
    Siswa dapat menyebutkan kewenangan pemerintah kabupaten/kota.
    Siswa dapat menjelaskan pemerintahan provinsi.
    Siswa dapat menyebutkan kewenangan pemerintah provinsi.
    Siswa dapat memahami tugas, wewenang, hak, dan kewajiban DPRD.

    Karakter siswa yang diharapkan :  Dapat dipercaya ( Trustworthines), Rasa hormat dan perhatian ( respect ), Tekun ( diligence ) ,    Tanggung jawab ( responsibility ) Berani ( courage ), Integritas ( integrity ), Peduli ( caring ), Jujur ( fairnes ) dan Kewarganegaraan ( citizenship )
B.    Materi Ajar
    Pemerintah kabupaten/kota.
    Pemerintah provinsi di Indonesia.
    Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

C.    Pendekatan dan Metode Pembelajaran
    Pendekatan kontekstual.
    Pendekatan Cooperative Learning.
    Diskusi dengan teman sebangku.
    Penugasan.

D.    Langkah-langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama dan Kedua
    Kegiatan Awal
Apersepsi :
–    Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing untuk mengawali pelajaran.
motivasi  :
–    Mengajak siswa bertanya jawab tentang kegiatan apa saja yang dilakukan pada pagi hari sejak bangun tidur sampai anak berangkat ke sekolah.
–    Dilanjutkan dengan bertanya jawab tentang di lingkungan mana siswa hidup (kabupaten/kota dan provinsi).
–    Mengajak siswa untuk menyebutkan lingkungan pemerintahan kabupaten, kota, dan provinsi yang dibimbing oleh guru. Tanya jawab ini dikaitkan dengan pemerintahan kabupaten, kota, dan provinsi yang akan dibahas.

    Kegiatan Inti
    Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
    Semua siswa diminta untuk menyebutkan lingkungan pemerintahan kabupaten, kota, dan provinsi) di Indonesia.
    Guru bercerita tentang bacaan dalam buku.
    Bertanya jawab tentang pemerintahan (kabupaten, kota, dan provinsi) serta perangkatnya.
    Menyimak pemahaman pengertian kabupaten/kota dan provinsi.
    Mengajak siswa menyimak “Saya Tambah Pandai” untuk menambah wawasan.
    Mengajak siswa untuk berdiskusi melalui “Pertanyaan Pemahaman”.
    Mengajak siswa untuk mengerjakan soal-soal yang ada dalam buku kerja/buku paket PKn

    Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
    membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
    memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
    memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
    memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
    memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
    memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
    memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
    memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
    memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

    Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
    memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
    memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
    memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
    memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
    berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
    membantu menyelesaikan masalah;
    memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
    memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
    memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

    Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
    bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
    merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
    menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

E.    Sumber/Bahan Belajar
    Buku paket (Buku Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar Kelas IV, terbitan Narasumber umum.)
    Orang tua.
    Teman.
    Lingkungan rumah (keluarga), sekolah, dst.

F.    Penilaian
Indikator Pencapaian
Kompetensi    Teknik Penilaian    Bentuk Instrumen    Instrumen/ Soal
    Menjelaskan pemerintahan kabupaten/kota.
    Menyebutkan kewenangan pemerintah kabupaten/kota.
    Menjelaskan pemerintahan provinsi.
    Menyebutkan kewenangan pemerintah provinsi.
    Memahami tugas, wewenang, hak, dan kewajiban DPRD.    Tugas individu        Penilaian lisan
    Penilaian unjuk kerja (keberanian untuk menyampaikan pendapat)
    Penilaian lisan
    Penilaia unjuk kerja (keberani-an untuk menyam-paikan pendapat)        Apa yang dimaksud dengan otonomi daerah?
    Mengapa gubernur wajib memegang teguh dan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945?
    Jelaskan pemerintahan kabupaten/kota.?
    Sebutkan kewenangan pemerintah kabupaten/kota.?
    Jelaskan pemerintahan provinsi.?
    Sebutkan kewenangan pemerintah provinsi.?
    Jelaskan tugas, wewenang, hak, dan kewajiban DPRD ?

Format Kriteria Penilaian
    PRODUK ( HASIL DISKUSI )
No.    Aspek    Kriteria    Skor
1.    Konsep    * semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah    4
3
2
1

    PERFORMANSI
No.    Aspek    Kriteria    Skor
1.

2.    Pengetahuan

Sikap    * Pengetahuan
* kadang-kadang Pengetahuan
* tidak Pengetahuan

* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap    4
2
1

4
2
1

Lembar Penilaian
No    Nama Siswa    Performan    Produk    Jumlah Skor    Nilai
Pengetahuan    Sikap
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
CATATAN :
Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
    Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.

…………, ………………….20 …
Mengetahui
Kepala Sekolah    Guru Mapel PKN.

…………………………….    …………………………….
NIP :    NIP :

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Nama Sekolah    :    …………………………….
Mata Pelajaran    :     Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas    :     IV (Empat)
Semester    :     I (Satu)
Alokasi Waktu    :   2 x 35 menit (1 pertemuan).

Standar Kompetensi**
2.    Memahami sistem pemerintahan kabupaten, kota, dan provinsi.

Kompetensi Dasar
2.2  Menggambarkan struktur organisasi kabupaten, kota, dan provinsi.

A.    Tujuan Pembelajaran
    Siswa dapat memahami gambar struktur pemerintahan kabupaten/kota.
    Siswa dapat memahami gambar struktur pemerintahan provinsi.

    Karakter siswa yang diharapkan :  Dapat dipercaya ( Trustworthines), Rasa hormat dan perhatian ( respect ), Tekun ( diligence ) ,    Tanggung jawab ( responsibility ) Berani ( courage ), Integritas ( integrity ), Peduli ( caring ), Jujur ( fairnes ) dan Kewarganegaraan ( citizenship )

B.    Materi Ajar
    Struktur pemerintah kabupaten/kota.
    Struktur pemerintah provinsi di Indonesia.

C.    Pendekatan dan Metode Pembelajaran
    Pendekatan kontekstual.
    Pendekatan Cooperative Learning.
    Diskusi dengan teman sebangku.
    Penugasan.

C.    Langkah-langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama dan Kedua
    Kegiatan Awal
Apersepsi :
–    Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing untuk mengawali pelajaran.
motivasi  :
–    Mengajak siswa bertanya jawab tentang kegiatan apa saja yang dilakukan setelah pulang dari sekolah.
–    Dilanjutkan dengan mengajak siswa untuk menyebutkan struktur organisasi/pemerintahan kabupaten/kota dan provinsi.
    Kegiatan Inti
    Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
    Semua siswa diminta untuk mengamati gambar struktur pemerintahan kabupaten/kota dan provinsi.
    Bertanya jawab tentang bagaimana hubungannya dengan perangkat-perangkatnya.

    Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
    membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
    memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
    memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
    memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
    memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
    memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
    memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
    memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;

    Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
    memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
    memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
    memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
    memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
    berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
    membantu menyelesaikan masalah;
    memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
    memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
    memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

    Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
    bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
    merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
    menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

E.    Sumber/Bahan Belajar
    Buku paket (Buku Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Dasar Kelas IV, terbitan Narasumber umum.)
    Orang tua.
    Teman.
    Lingkungan rumah (keluarga), sekolah, dst.

F.    Penilaian
Indikator Pencapaian
Kompetensi    Teknik Penilaian    Bentuk Instrumen    Instrumen/ Soal
    Memahami gambar struktur pemerintahan kabupaten/kota dan provinsi.    Tugas individu        Penilaian lisan
    Penilaian unjuk kerja (keberanian untuk menyampaikan pendapat)        gambarkan struktur pemerintahan kabupaten/ kota.?
    gambarkan struktur pemerintahan provinsi.?

Format Kriteria Penilaian
    PRODUK ( HASIL DISKUSI )
No.    Aspek    Kriteria    Skor
1.    Konsep    * semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah    4
3
2
1

    PERFORMANSI
No.    Aspek    Kriteria    Skor
1.

2.    Pengetahuan

Sikap    * Pengetahuan
* kadang-kadang Pengetahuan
* tidak Pengetahuan

* Sikap
* kadang-kadang Sikap
* tidak Sikap    4
2
1

4
2
1

Lembar Penilaian
No    Nama Siswa    Performan    Produk    Jumlah Skor    Nilai
Pengetahuan    Sikap
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

CATATAN :
Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
    Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan Remedial.

…………, ………………….20 …
Mengetahui
Kepala Sekolah    Guru Mapel PKN.

…………………………….    …………………………….
NIP :    NIP :

SILABUS

SILABUS PEMBELAJARAN

SEKOLAH         : ……………………
MATA PELAJARAN    : SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN
KELAS            : IV
SEMESTER        : 1 (Ganjil)
STANDAR KOMPETENSI    : 1. Mengapresiasi karya seni rupa

Kompetensi Dasar    Materi Pokok / Pembelajaran    Kegiatan Pembelajaran*    Indikator Pencapaian
Kompetensi    Penilaian    Alokasi Waktu    Sumber Belajar
Teknik    Bentuk instrument    Contoh instrument
1.1.    Menjelaskan makna seni rupa terapan.
Seni rupa terapan, cirri-ciri berbagai jenis objek.    •    mengamati gambar rumah adat di nusantara.
•    mengenal cirri-ciri rumah adat tertentu.
•    menyebutkan cirri-ciri hasil karya: gerabah, patung dayak, konde.
•    mencari gambar karya seni di daerah siswa atau daerah lain
•    menyebutkan cirri-cirinya.    •    Melakukan pengamatan seni rupa terapan
•    Menyimak penjelasan tentang makna  seni rupa terapan.
•    Melakukan diskusi untuk mencari contoh seni rupa terapan.
•    Menyebutkan contoh-contoh karya seni rupa terapan yang dapat ditemukan pada kehidupan sehari-hari.
•    Melalui pengamatan model  dan diskusi, siswa menjelaskan cirri-ciri seni rupa terapan yang ada di daerahnya masing-masing.    Tes tulis    Unjuk kerja    Jelaskan makna seni rupa terapan    2 X 35 menit    Kreasi Seni dan Kerajinan Tangan Kls IV hal….
1.2.    mengidentifikasi jenis karya seni rupa terapan yang ada di daerah setempat.

Jenis-jenis objek, tema, dan symbol dalam karya seni rupa.    •    mempelajari persamaan dan perbedaan dua karya seni nusantara.
•    mencari persamaan dan perbedaan dari karya seni kain batik.
•    mencari persamaan dan perbedaan dari karya seni keris dan clurit.
•    mencari persamaan dan perbedaan dari karya seni wayang golek dan wayang kulit.
•    mencari persamaan dan perbedaan dari karya seni kalung kalimantan dan kalung maluku.    •    Melalui Pengamatan pada model, siswa menjelaskan beberapa jenis seni rupa terapan yang pernah diamati.
•    Menjelaskan seni rupa terapan dengan bentuk 2 dimensi.
•    Melalui pengamatan, diskusi dan penjelasan guru siswa menjelaskan jenis seni rupa 3 dimensi.
•    Melalui tugas individu dan kelompok, siswa mendokumentasikan contoh-contoh seni rupa  2 dimensi dan 3 dimensi    Tes tulis    Unjuk kerja    Jelaskan jenis karya seni rupa terapan yang ada di daerah setempat.    2 X 35 menit    Kreasi Seni dan Kerajinan Tangan Kls IV hal….
1.3.    menunjukkan sikap apresiatif terhadap kesesuaian fungsi karya seni rupa terapan.

Sikap apresiatif terhadap karya seni rupa terapan.    •    mengamati karya seni terapan daerah setempat.
•    menunjukkan sikap apresiatif dengan cara menghargai, merawat dan melestarikan.    •    Menjelaskan fungsi seni rupa terapan yang ada di Indonesia
•    Menjelaskan  fungsi seni rupa terapan dari manca Negara.    Tes tulis    Unjuk kerja    Jelaskan fungsi seni rupa terapan yang ada di Indonesia
4 X 35 menit    Kreasi Seni dan Kerajinan Tangan Kls IV hal….
1.4.    menunjukkan sikap apresiatif terhadap keartistikan karya seni rupa terapan.
Sikap apresiatif terhadap keindahan karya seni rupa terapan.    •    mengamati karya seni terapan nusantara
•    menunjukkan sikap apresiatif dengan cara menghargai, merawat dan melestarikan.
•    Menyampaikan pendapat tentang keartistikan sebuah karya seni rupa terapan.
•    Menanggapi kesesuaian bentuk , dan keserasian dalam seni rupa terapan.
•    Membuat gambar dengan motif batik dengan memperhatikan sisi artistiknya.
•    Memberi tanggapan pada hasil karya sendiri maupun orang lain.
•    Memajang hasil karya  seni rupa terapan pada tempat yang tepat    praktek    praktek    buatkan gambar dengan motif batik dengan memperhatikan sisi artistiknya.
2 X 35 menit    Kreasi Seni dan Kerajinan Tangan Kls IV hal….
Karakter siswa yang diharapkan :   Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Percaya diri ( Confidence )

Mengetahui,
Kepala Sekolah SD/MI ….

(………………………………………..)
NIP / NIK : ……………………….        ……..,  ……………………………  20……
Guru Mapel SBK

(………………………………………..)
NIP / NIK : ……………………….

SILABUS PEMBELAJARAN

SEKOLAH         : ……………………
MATA PELAJARAN    : SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN ( Seni Rupa )
KELAS            : IV
SEMESTER        : 1 (Ganjil)
STANDAR KOMPETENSI    : 2. Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa

Kompetensi Dasar    Materi Pokok / Pembelajaran    Kegiatan Pembelajaran*    Indikator Pencapaian
K ompetensi    Penilaian    Alokasi Waktu    Sumber Belajar
Teknik    Bentuk instrument    Contoh instrument
2.1.    Mengekspresikan diri melalui gambar ilustrasi dengan tema benda alam: buah-buahan, tangkai, kerang, dsb.
Gambar ilustrasi     •    membaca cerita ‘Malin Kundang’.
•    mengamati gambar ilustrasi yang menyertai cerita.
•    mengemukakan pendapatnya tentang cerita yang dibacanya.
•    membaca cerita ‘Patin’
•    mengemukakan pendapat tentang cerita ‘Patin’.
•    mengungkapkan ekspresi manusia menurut gambar ilustrasi yang tersedia.
•    membuat gambar ilustrasi binatang, tumbuhan dan rumah.
•    membuat gambar ilustrasi dalam cerita ‘Bawang Merah Bawang Putih’    •    Menjelaskan bentuk dasar dalam menggambar.
•    Menjelaskan factor-faktor  dalam menggambar ilustrasi.alam
Tes tulis    Unjuk kerja    Jelaskan bentuk dasar dalam menggamb-ar.
6 X 35 menit    Kreasi Seni dan Kerajinan Tangan Kls IV Hal…..
2.2.    Memamerkan hasil gambar ilustrasi dengan tema benda alam: buah-buahan, tangkai, kerang, dsb di depan kelas.
Pameran, gambar ilustrasi.    •    membuat koleksi tentang berbagai gambar ilustrasi.
•    memamerkan gambar-gambar ilustrasi milik sendiri dan milik teman-temannya.    •    Membuat gambar dengan motif manusia.
•    Membuat gambar dengan motif binatang.
•    Membuat gambar dengan motif tumbuhan ( bunga dan buah).
•    Mendokumentasikan hasil karya sendiri dengan baik.
•    Mengumpulkan hasil karya setiap individu untuk diberi tanggapan secara tertulis maupun lisan.
•    Memajangkan/ memamerkan hasil karya gambar ilustrasi dengan tema alam di depan kelas/ majalah dinding.    praktek    praktek    Buat kan gambar dengan motif manusia    4 X 35 menit    Kreasi Seni dan Kerajinan Tangan kls IV  Hal…..
Karakter siswa yang diharapkan :     Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Percaya diri ( Confidence )

Mengetahui,
Kepala Sekolah SD/MI ….

(………………………………………..)
NIP / NIK : ……………………….        ……..,  ……………………………  20……
Guru Mapel SBK

(………………………………………..)
NIP / NIK : ……………………….

SILABUS  PEMBELAJARAN

SEKOLAH         : ……………………
MATA PELAJARAN    : SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN ( Seni musik)
KELAS            : IV
SEMESTER        : 1 (Gasal)
Standar Kompetensi          : 3.  Mengapresiasi karya seni musik.

Kompetensi Dasar    Materi Pokok dan Uraian Materi    Kegiatan Pembelajaran*    Indikator Pencapaian Kompetensi    Penilaian    Alokasi Waktu     Sumber/ Bahan/ Alat
Teknik    Bentuk Instrumen    Contoh Instrumen
3.1   Mengidentifi-kasi berbagai ragam lagu dan alat musik ritmis    Lagu dan alat musik ritmis.
•    mengelompokkan alat musik berdasarkan jenisnya
•    menjelaskan sejarah musik dan alat musik.
•    menyebutkan nama dan jenis alat musik
•    menyebutkan fungsi dari berbagai alat musik ritmis    •    Menjelaskan dan menyebutkansejarah musik dan alat musik.
•    Mengelompokkan  alat musik ritmis dan melodis.
•    Menunujukkan cara memainkan alat musik ritmis
•    Mengenal lagu daerah yang dikenal dari tempat asalnya.
•    Mengenal lagu daerah yang terkenal dari Nusantara.
•    Menyanyikan lagu daerah yang dikuasai.
•    Mengenal lagu wajib dan penciptanya.    Tes tertulis;    Isian dan uraian    Jelaskan dan menyebutkansejarah musik dan alat musik.
4 x 35’    Buku paket SBK
Saya Ingin Terampil dan Kreatif, KTK SD Kls IV
Standar Isi 2006
Kaset/ alat-alat musik
VCD/tape recorder
3.2   Menunjukkan sikap apresiatif terhadap berbagai ragam lagu dan alat musik ritmis
Irama, tempo serta dinamik lagu    •    menjelaskan perbedaan bunyi dari berbagai alat musik ritmis
•    memperagakan cara memainkan alat musik ritmis dengan tempo cepat, sedang, dan lambat
•    menyanyikan lagu wajib dengan penuh semangat dan percaya diri
•    menyebutkan beberapa  judul lagu daerah yang terkenal di Nusantara    •    Menyanyikan 2 buah lagu wajib dengan lanatang.
•    Menjelaskan berbagai  irama  dalam lagu ( cepat, sedang, lambat )
•    Menyebutkan  contoh lagu yang mempunyai pola irama cepat, sedang, dan lambat.
•    Menyanyikan contoh lagu berirama cepat, sedang, dan lambat.
•    Membedakan bunyi berbagai alat musik ritmis.
•    Menyebutkan fungsi alat musik ritmis    Tes tertulis;    Isian dan uraian    Jelaskan berbagai  irama  dalam lagu  ( cepat, sedang, lambat )
4 x 35’    Buku paket SBK
Saya Ingin Terampil dan Kreatif, KTK SD Kls IV
Standar Isi 2006
Kaset/ alat-alat musik
VCD/tape recorder
Karakter siswa yang diharapkan :     Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Percaya diri ( Confidence )

Mengetahui,
Kepala Sekolah SD/MI ….

(………………………………………..)
NIP / NIK : ……………………….        ……..,  ……………………………  20……
Guru Mapel SBK

(………………………………………..)
NIP / NIK : ……………………….

SILABUS  PEMBELAJARAN

SEKOLAH         : ……………………
MATA PELAJARAN    : SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN
KELAS            : IV
SEMESTER        : 1 (Gasal)
Standar Kompetensi      : 4.  Mengekspresikan diri melalui karya seni musik.

Kompetensi Dasar    Materi Pokok    Indikator Pencapaian
K Ompetensi    Kegiatan Pembelajaran*    Penilaian    Penilaian    Sumber/ Bahan/ Alat
Teknik    Bentuk Instrumen    Contoh Instrumen
4.1Menyiapkan permainan alat musik ritmis     Bernyanyi diiringi alat musik ritmis     •    Pembagian kelompok memainkan alat musik ritmis.
•    Memainkan alat musik ritmis secara individu.
•    Memainkan alat musik ritmis secara kelompok.
•    Membaca not angka dalam lagu anak-anak .
•    Memainkan alat musik ritmis pada lagu anak-anak    •    alat musik ritmis yang dikuasai dan disenanginya.
•    Membaca not angka yang terpampang di papan tulis sebuah lagu anak-anak    Tes tertulis; soal-soal uji kompetensi dalam bentuk uraian atau pilihan berganda dan   lisan     melakukan kegiatan diskusi dan pengamatan     Bagaimana cara Membaca not angka yang terpampang di papan tulis sebuah lagu anak-anak    4 x 35’    Buku paket SBK
Saya Ingin Terampil dan Kreatif, KTK SD Kls IV
Standar Isi 2006
Kaset/ alat-alat musik
VCD/tape recorder
4.2Memainkan alat musik ritmis di depan penonton    Pertunjukkan alat musik ritmis    •    Menampilkan/ mempertunjukkan lagu anak-anak diiringi alat musik ritmis di depan penonton.
•    Memainkan alat musik ritmis dengan irama dan  tempo yang tepat.
•    Menampilkan/ mempertunjukkan lagu anak-anak diiringi alat musik ritmis di depan penonton    •    Mempertunjukkan permainan alat musik ritmis dengan penuh percaya diri
•    menggunakan alat musik ritmis yang disediakan, siswa dapat memainkan / mengiringi sebuah lagu
•    permainan alat musik ritmis dengan penuh percaya diri    Tes tertulis; soal-soal uji kompetensi dalam bentuk uraian atau pilihan berganda dan   lisan     melakukan kegiatan diskusi dan pengamatan     Bagaimana cara Memainkan alat musik ritmis    4 x 35’    Buku paket SBK
Saya Ingin Terampil dan Kreatif, KTK SD Kls IV
Standar Isi 2006
Kaset/ alat-alat musik
VCD/tape recorder
Karakter siswa yang diharapkan :     Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Percaya diri ( Confidence )

Mengetahui,
Kepala Sekolah SD/MI ….

(………………………………………..)
NIP / NIK : ……………………….        ……..,  ……………………………  20……
Guru Mapel SBK

(………………………………………..)
NIP / NIK : ……………………….

SILABUS  DAN  SISTEM  PENILAIAN

Nama   sekolah    :   ……………………….
Mata Pelajaran    :  Pendidikan Seni Tari.
Kelas /Semester    :  IV /( Satu )
Bab         :  Unsur Gerak Tari.
Standar Kompetensi     :   5.  Mengapresiasi karya seni tari

Kompetensi Dasar    Materi Pembelajaran    Indikator Pencapaian Kompetensi     Kegiatan Pembelajaran*    Penilaian    Alokasi waktu (menit)    SARANA DAN SUMBER
Teknik    Bentuk instrument    Contoh instrument
5.1.  Mengidentifik-asi gerak, busana, dan perlengkapan tari Nusantara daerah setempat

5.2.  Menunjukkan sikap apresiatif terhadap keunikan gerak, busana, dan perlengkapan seni tari Nusantara daerah setempat
Tari Nusantara     •    Menjelaskan ciri-ciri gerak  dalam seni tari Nusantara.
•    Menjelaskan contoh busana yang dikenakan penari dalam seni tari Nusantara.
•    Menjelaskan perbedaan gerak tari dari daerah satu dengan daerah yang lain.

•    Menyebutkan nama-nama tarian yang terkenal dari Nusantara.
•    Mengumpulkan data dan informasi tentang gaya busana penari dalam seni tari Nusantara.
•    Menyebutkan keunikan gerak dalam tari daerah Nusantara.
•    Menjelaskan Kekhasan busana  dan perlengkapan tari dalam tari daerah Nusantara.
•    Membedakan keunikan gerak, busana, dan perlengkapan tari daerah di Nusantara    •    menjelaskan cirri-ciri dalam gerak tari Nusantara.
•    menjelaskan keragaman busana tari Nusantara.
•    menjelaskan perbedaan gerakan yang khas dalam tari daerah di Nusantara
•    menyebutkan nama tarian dan nama  daerah asalnya.
•    pementasan seni tari daerah Nusantara siswa menyebutkan keunikan gerak dan kekhasan busana serta perlenglkapan tari daerah Nusantara,
•    Membedakan/ mengelompokkan keunikan gerak, busana dan perlengkapan tari daerah Nusantara menurut suku di Indonesia    Tes tulis    Unjuk kerja    test praktik melalukan tarian Nusantara
soal-soal uji kompetensi dalam bentuk uraian atau pilihan berganda dan   lisan
mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru secara kelompok    4 x 45 menit    Buku kreasi seni dan kerajinan jilid 4,
Ruang tari
Perlengkapan tari (proper ty, tata rias )
Gambar / video tari daerah.

Karakter siswa yang diharapkan :     Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Percaya diri ( Confidence )

Mengetahui,
Kepala Sekolah SD/MI ….

(………………………………………..)
NIP / NIK : ……………………….        ……..,  ……………………………  20……
Guru Mapel SBK

(………………………………………..)
NIP / NIK : ……………………….

SILABUS  DAN  SISTEM  PENILAIAN

Nama   sekolah        :
Mata Pelajaran        :  Pendidikan Seni Tari.
Kelas /Semester        :  IV /( Satu )
Bab             :  Tari daerah.
Standar Kompetensi     :  6.  Mengapresiasi karya seni tari

Kompetensi Dasar    Materi Pembelajaran    Indikator Pencapaian Kompetensi     Kegiatan Pembelajaran*    Penilaian    Alokasi waktu (menit)    SARANA DAN SUMBER
Teknik    Bentuk instrument    Contoh instrument
6.1. Menyiapkan peragaan tari Nusantara daerah setempat

6.2. Memeraga-kan tari Nusantara daerah setempat sesuai dengan iringan di depan penonton
Memperegakan tarian Nusantara

Pementasan sederhana     •    Membentuk kelompok penampilan tari daerah Nusantara.
•    Menjelaskan hal-hal yang harus dipersiapkan dalam sebuah pementasan.
•    Menyiapkan sajian pementasan  dengan materi tari daerhan Nusantara.
•    Melakukan latihan dengan intensif agar memberikan penampilan yang prima.
•    Menyiapkan busana dan perlengkapan tari lainnya.
•    Mempersiapkan materi pementasan.
•    Melakukan pementasan tari daerah di depan penonton.
•    Mengevaluasi seluruh materi pementasan tari daerah Nusantara    •    mempersiapkan penampilan tari daerah Nusantara
•    Pembentukkan kelompok pementasan tari daerah nusantara
•    Menyiapkan materi pementasan, latihan busana, musik pengiring dan perlengkapan tari lainnya.
•    Melakukan latihan gerakan tari daerah Nusantara.
•    Menyiapkan busana dan perlengkapan lainnya.
•    Melakukan latihan gerakan tari daerah dengan serius.
•    Menyelaraskan gerakan dan iringan tari daerah Nusantara.
•    Meningkatkan kekompakan agar tercipta harmoni tari yang indah    Ulangan harian     Unjuk kerja    test praktik melalukan tarian Nusantara
soal-soal uji kompetensi dalam bentuk uraian atau pilihan berganda dan   lisan
mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru secara kelompok    4 x 45 menit    Buku kreasi seni dan kerajinan jilid 4,
Ruang tari
Perlengkapan tari (proper ty, tata rias )
Gambar / video tari daerah.

Karakter siswa yang diharapkan :     Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Percaya diri ( Confidence )

Mengetahui,
Kepala Sekolah SD/MI ….

(………………………………………..)
NIP / NIK : ……………………….        ……..,  ……………………………  20……
Guru Mapel SBK

(………………………………………..)
NIP / NIK : ……………………….

SILABUS  PEMBELAJARAN

SEKOLAH         : ……………………
MATA PELAJARAN    : SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN
KELAS            : IV
SEMESTER        : 1 (Gasal)
Standar Kompetensi      : 7.  Mengapresiasi karya kerajinan
Kompetensi Dasar    Materi Pokok    Kegiatan Pembelajaran*    Indikator Pencapaian
K Ompetensi    Penilaian    Alokasi Waktu    Sarana Dan Sumber
Teknik    Bentuk Instrumen    Contoh Instrumen
7.1 Mengidentifikasi jenis karya kerajinan Nusantara
Karya kerajinan Nusantara    •    Melalui penjelasan guru siswa menjelaskan berbagai jenis kerajinan dari Nusantara.
•    Melalui pengamatan model, siswa menyebutkan macam-macam kerajinan dari kertas dan kain.
•    Melalui diskusi, siswa mencari perbedaan antara kerajinan kertas dan kain yang terdapat di daerah-daerah di Nusantara.
•    Mengelompokan berbagai jenis kerajinan menurut nama, bahan, dan fungsinya.
•    Memberikan penilaian/ tanggapan terhadap hasil karya kerajinan buatan sendiri.    •    Menjelaskan berbagai  jenis kerajinan Nusantara
•    Menyebutkan kerajinan dari kain
•    Menyebutkan  kerajinan dari kertas.
•    Menjelaskan perbedaan antara kerajinan dari kertas dan kain    Tes tulis    Unjuk kerja    Jelaskan berbagai  jenis kerajinan Nusantara
2 x 35’    Buku paket SBK standar isi 2006
Buku Saya Ingin Terampil dan Kreatif, Grafindo
Kaset/CD musik/lagu wajib dan daerah Nusantara

7 .2 Menampilkan perilaku apresiatif terhadap karya kerajinan Nusantara    Karya kerajinan Nusantara    •    Mempersiapkan pameran sederhana dengan materi hasil karya kerajian khas daerah tempat tinggalnya.dengan bahan daur ulang kertas dan kain.
•    Memberikan apresiasi yang tinggi terhadap hasil karya kerajiann buatan sendiri maupun karya orang lain    •    Mendokumentasikan berbagai contoh karaya kerajinan dari kain dan kertas.
•    Memberikan tanggapan terhadap hasil karya sendiri kerajinan daerah Nusantara.
•    Mengadakan pameran sederhan dengan materi hasil karya kerajinan Nusantara      buatan sendiri.
•    Memberi  tanggapan/ apresiasi terhadap karya kerajinan orang lain    Tes tulis    Unjuk kerja    •    Buatkan berbagai contoh karaya kerajinan dari kain dan kertas.    2 x 35’    Buku paket SBK standar isi 2006
Buku Saya Ingin Terampil dan Kreatif, Grafindo
Kaset/CD musik/lagu wajib dan daerah Nusantara

Karakter siswa yang diharapkan :     Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Percaya diri ( Confidence )

Mengetahui,
Kepala Sekolah SD/MI ….

(………………………………………..)
NIP / NIK : ……………………….        ……..,  ……………………………  20……
Guru Mapel SBK

(………………………………………..)
NIP / NIK : ……………………….

SILABUS  PEMBELAJARAN

SEKOLAH         : ……………………
MATA PELAJARAN    : SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN
KELAS            : IV
SEMESTER        : 1 (Gasal)
Standar Kompetensi      : 8.  Membuat karya  kerajinan dan benda konstruksi

Kompetensi Dasar    Materi Pokok    Kegiatan Pembelajaran*    Indikator Pencapaian
K Ompetensi    Penilaian    Alokasi Waktu    Sarana Dan Sumber
Teknik    Bentuk Instrumen    Contoh Instrumen
8.1 Merancang karya kerajinan dengan memanfaatkan teknik atau motif hias Nusantara
karya kerajinan dengan memanfaatkan teknik atau motif hias Nusantara    •    Siswa dapat membuat  sketa karya kerajina dengan motif Nusantara  dengan cara aplikasi.
•    Siswa dapat mempersiapkan alat dan bahan untuk karya kerajinan motif Nusantara dengan teknik aplikasi.    •    Merancang karya kerajinan dengan teknik aplikasi    Tes tulis    Unjuk kerja    Buatkan karya kerajinan dengan memanfaatkan teknik atau motif hias Nusantara    4 x 35’    •    Buku paket SBK
•    Saya Ingin Terampil dan Kreatif, KTK SD Kls IV
•    Standar Isi 2006
•    Majalah Art and Decor
•    Berbagai sumber tentang kerajinan Nusantara.
•    Bahan alam, seperti: batu, daun
8 .2 Membuat karya kerajinan berdasarkan rancangan yang telah dibuat    karya kerajinan berdasarkan rancangan yang telah dibuat    •    Siswa dapat membuat karya kerajinan aplikasi dengan motif Nusantara.
•    Siswa dapat mempersiapkan alat dan bahan untuk membuat karya kerajinan
•    Menentukan bahan yang akan dibuat kerajinan tangan dengan teknik aplikasi.
•    Mnyebutkan langkah-langkah pembuatan karya kerajinan    Tes tulis    Unjuk kerja    •    Buatkan karya kerajinan berdasarkan rancangan yang telah dibuat.    4 x 35’    •    Buku paket SBK
•    Saya Ingin Terampil dan Kreatif, KTK SD Kls IV
•    Standar Isi 2006
•    Majalah Art and Decor
•    Berbagai sumber tentang kerajinan Nusantara.
Bahan alam, seperti: batu, daun
8.3. Merancang benda dengan teknik  konstruksi    benda dengan teknik  konstruksi    •    Mmelalui demontrasi, siswa membuat karya kerajinan yang rapid an artistic.
•    Siswa dapat membuat karya kerajinan dengan bahan kertas    •    Membuat karya kerajinan sesuai dengan rancangan yang telah dibuat.
•    Membuat karya kerajinan dengan menggunakan bahan kertas    Tes tulis    Unjuk kerja    Jelaskan benda dengan teknik  konstruksi    4 x 35’    •    Buku paket SBK
•    Saya Ingin Terampil dan Kreatif, KTK SD Kls IV
•    Standar Isi 2006
•    Majalah Art and Decor
•    Berbagai sumber tentang kerajinan Nusantara.
Bahan alam, seperti: batu, daun
8.4. Membuat benda dengan teknik  konstruksi
Membuat Karya kerajinan dan benda kontruksi
•    Siswa dapat mendokumentasikan karya kerajinan yang sudah selesai.
•    Siswa dapat merancang karya kerajinan dengan teknik kontruksi.    •    Merancang karya kerajinan dengan teknik kontruksi    Tes tulis    Unjuk kerja    •    Buat kan benda dengan teknik  konstruksi    4 x 35’    •    Buku paket SBK
•    Saya Ingin Terampil dan Kreatif, KTK SD Kls IV
•    Standar Isi 2006
•    Majalah Art and Decor
•    Berbagai sumber tentang kerajinan Nusantara.
Bahan alam, seperti: batu, daun
Karakter siswa yang diharapkan :     Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Percaya diri ( Confidence )

Mengetahui,
Kepala Sekolah SD/MI ….

(………………………………………..)
NIP / NIK : ……………………….        ……..,  ……………………………  20……
Guru Mapel SBK

(………………………………………..)
NIP / NIK : ……………………….

SUSUNAN ORGANISASI KABUPATEN, KOTA, DAN PROVINSI

Susunan Organisasi Kabupaten, Kota, dan Provinsi
1. Pemerintahan Kabupaten/Kota
Hak dan kewajiban daerah diwujudkan dalam bentuk rencana kerja pemerintahan daerah. Rencana kerja tersebut dijabarkan dalam bentuk pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah (RAPBD). Kemudian dikelola dalam sistem pengelolaan keuangan daerah. Pemerintahan kabupaten/kota memiliki kepala daerah dan wakil kepala daerah.

a. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Pemerintah daerah terdiri atas kepala daerah dan wakil kepala daerah. Kepala daerah dibantu oleh seorang wakil kepala daerah. Kepala daerah provinsi disebut gubernur, dan wakilnya disebut wakil gubernur. Sementara itu, kepala daerah kabupaten/kota disebut bupati/walikota dan wakilnya disebut wakil bupati/wakil walikota. Dalam menjalankan tugasnya, wakil kepala daerah bertanggung jawab kepada kepala daerah. Wakil kepala daerah dapat menggantikan kepala daerah apabila kepala daerah tidak dapat menjalankan tugasnya selama enam bulan berturut – turut.
b. Perangkat Daerah
Pemerintahan daerah memiliki perangkat daerah. Adapun perangkat daerah kabupaten/ kota adalah sebagai berikut.
1.    Sekretariat daerah
2.    Sekretariat DPRD
3.    Dinas daerah
4.    Lembaga teknis daerah
5.    Kecamatan
6.    Kelurahan
7.    Polisi pamong praja
Adapun penjelasannya sebagai berikut.
1) Sekretariat Daerah
Sekretariat daerah dipimpin oleh sekretaris daerah. Sekretaris mempunyai tugas dan kewajiban membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan dan mengoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah. Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, sekretaris daerah bertanggung jawab kepada kepala daerah.
2) Sekretariat DPRD
Sekretariat DPRD dipimpin oleh seorang sekretaris DPRD. Sekretaris DPRD diangkat dan diberhentikan oleh gubernur untuk provinsi dan bupati/ wali kota untuk kabupaten/kota. Tugas sekretaris DPRD adalah sebagai berikut.
1.    Menyelenggarakan administrasi kesekretariatan DPRD.
2.    Menyelenggarakan administrasi keuangan DPRD.
3.    Menyediakan dan mengoordinasikan tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD dalam melak sanakan fungsinya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
4.    Mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD.
3) Dinas Daerah
Dinas daerah merupakan unsur pelaksana pemerintahan daerah. Dinas daerah dipimpin oleh kepala dinas yang diangkat dan diberhentikan kepala daerah, yang memenuhi syarat atas usul sekretaris daerah. Kepala dinas dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada kepala daerah melalui sekretaris daerah. Misalnya, dinas pekerjaan umum yang bertugas mengurus dan membangun jalan raya atau jembatan.
4) Lembaga Teknis Daerah
Lembaga ini merupakan unsur pendukung tugas kepala daerah. Tugasnya berperan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat khusus. Lembaga teknis daerah berbentuk badan, kantor, atau rumah sakit umum daerah. Lembaga – lembaga tersebut dipimpin kepala badan, kepala kantor, dan direktur rumah sakit umum. Mereka diangkat oleh kepala daerah yang memenuhi syarat atas usul sekretaris daerah.
5) Kecamatan
Kecamatan merupakan bagian dari kabupaten/ kota. Kecamatan terdiri atas beberapa kelurahan. Kecamatan dipimpin oleh seorang camat. Camat bertanggung jawab kepada bupati/walikota.
6) Kelurahan
Kelurahan adalah daerah pemerintahan yang dibentuk di wilayah kecamatan yang ada di perkotaan dengan peraturan daerah yang berpedoman pada peraturan pemerintah. Kelurahan dipimpin oleh seorang lurah yang memiliki tugas sebagai berikut.
1.    Melaksanakan kegiatan pemerintahan di tingkat kelurahan.
2.    Memberdayakan masyarakat.
3.    Memberi pelayanan kepada masyarakat.
4.    Menyelenggarakan ketenteraman dan ketertiban umum.
5.    Menegakkan peraturan daerah.
7) Satuan Polisi Pamong Praja
Satuan polisi pamong praja merupakan perangkat pemerintahan daerah dalam me melihara ketenteraman dan ketertiban umum serta penegak peraturan daerah. Polisi Pamong Praja dibentuk agar penyelenggaraan pemerintah di daerah berjalan dengan baik.

Oleh karena itu, agar lebih jelasnya perhatikanlah susunan organisasi pemerintahan kabupaten/kota berikut.

2. Pemerintahan Provinsi
Selain gubernur, di pemerintahan provinsi, terdapat juga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), yang mempunyai kewenangan dan tugas sesuai dengan fungsinya. Adapun tugas dan wewenang DPRD, yaitu sebagai berikut.
•    Bersama gubernur membuat peraturan daerah (perda).
•    Bersama dengan gubernur membahas dan menyetujui rancangan APBD.
•    Melaksanakan bentuk pengawasan terhadap perda dan peraturan perundang-undangan lainnya.
•    Mengusulkan pemberhentian dan pengangkatan kepala daerah dan wakil kepala daerah kepada presiden melalui menteri dalam negeri.
•    Memilih wakil kepala daerah jika terjadi kekosongan jabatan.
•    Memberikan pendapat dan pertimbangan terhadap rencana perjanjian internasional di daerah.

•    Memberikan persetujuan rencana kerja sama internasional.
•    Meminta laporan pertanggungjawaban kepala daerah.
•    Membentuk panitia pengawas pemilihan kepala daerah.
•    Memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama antar daerah.
Selain mempunyai tugas dan wewenang, DPRD juga memiliki hak. Hak tersebut antara lain sebagai berikut.
•     Interpelasi, yaitu hak DPRD untuk meminta keterangan kepada gubernur/bupati/ walikota. Biasanya, mengenai kebijakan yang berdampak pada kehidupan orang banyak/ masyarakat. Misalnya, pendirian tempat pembuangan sampah akhir (TPA), apakah sudah sesuai AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).
•    Angket,  yaitu hak DPRD untuk melakukan penyelidikan terhadap suatu kebijakan kepala daerah.

•    Menyatakan pendapat, yaitu hak DPRD menyatakan pendapat terhadap kebijakan kepala daerah mengenai kebijakan luar biasa yang terjadi di daerah.
Adapun kewajiban DPRD, antara lain sebagai berikut.
•    Mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, dan menaati segala peraturan perundang – undangan.
•    Melaksanakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
•    Mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

•    Memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah.
•    Menyerap, menampung, menghimpun, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
•    Mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan.
•    Memberikan pertanggungjawaban atas tugas dan kinerjanya selaku anggota DPRD terhadap daerah pemilihannya sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politis.
•    Menaati peraturan, tata tertib, kode etik, dan sumpah/janji anggota DPRD.
•    Menjaga norma dan etika dalam hubungan kerja dengan lembaga terkait.
Dengan demikian, dalam perencanaan, pelaksanan pembangunan, dan pengelolaan daerah, pemerintah daerah harus mengikutsertakan masyarakat yang diwakili oleh anggota DPRD. Untuk lebih jelasnya, mengenai hubungan para penyelenggara pemerintahan di daerah beserta perangkatnya, perhatikanlah susunan pemerintahan provinsi berikut.

SISTEM PEMERINTAHAN DESA DAN KECAMATAN

1. Pemerintahan Desa
Pernahkah kamu mengunjungi suatu desa? Tahukah kamu yang dimaksud dengan desa? Di manakah letak dan bagaimana suasana desa? Jika kita mendengar kata desa, yang muncul adalah sebuah tempat yang hijau dan letaknya jauh dari kota. Namun, sebenarnya desa tidak hanya terletak di kaki gunung, di dekat pantai, bahkan di pinggiran sebuah kota pun ada desa.

Masyarakat di wilayah perdesaan memegang erat sistem persaudaraan antarindividu. Dengan demikian, hampir semua orang yang ada di desa tersebut saling mengenal satu sama lainnya. Kehidupan sehari – hari mereka masih tradisional. Pada umumnya, masyarakat desa bermata pencarian sebagai petani, nelayan, buruh tani, berladang, dan beternak.
Penyebutan desa di Indonesia berbeda-beda pada setiap daerahnya. Ada yang me nyebutnya “Nagari”, seperti di Sumatra Barat, “Gampong” di Nanggroe Aceh Darussalam, “Lembang” di Sulawesi Selatan, “Kampung” di Kalimantan Selatan dan Papua, dan “Negeri” di Maluku. Namun, ciri khas suatu desa tidak hilang. Siapakah yang menjalankan pemerintahan di desa? Desa merupakan bagian dari sebuah kecamatan. Setiap desa dipimpin oleh seorang kepala desa. Kepala desa dipilih langsung oleh masyarakat di desa tersebut. Syarat dan tata cara pemilihannya diatur oleh peraturan daerah yang berpedoman pada peraturan pemerintah. Kepala desa bukanlah seorang pegawai negeri sipil. Masa jabatan kepala desa adalah enam tahun. Ia dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Sesudah itu, ia tidak boleh lagi mengikuti pemilihan calon kepala desa. Seorang Kepala desa dilantik oleh bupati/ wali kota, paling lambat tiga puluh hari setelah dinyatakan terpilih. Kepala desa mendapatkan gaji (upah) bukan dari pemerintah, tetapi dari hasil pengolahan tanah yang diserahkan untuk diolah. Di daerah Jawa dikenal dengan tanah “bengkok” atau tanah “carik”. Setelah masa jabatannya habis, tanah itu harus dikembalikan kepada pemerintah. Dengan demikian, kepala desa tidak mendapatkan uang pensiun seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kepala desa mempunyai tugas dan tanggung jawab, di antaranya:
•    memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa;
•    membina perekonomian desa;
•    membina kehidupan masyarakat desa;
•    memelihara ketenteraman dan ketertibanmasyarakat desa;
•    mendamaikan perselisihan yang terjadi padamasyarakat di desa;
•    mewakili desanya baik di dalam dan di luarpengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukumnya.
Menurut Undang Undang No. 32 Tahun 2004 dijelaskan, dalam penyelenggaraan pemerintahan desa dibentuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Badan ini berfungsi melindungi berbagai adat istiadat dan menetapkan peraturan desa bersama kepala desa. Selain itu, BPD berfungsi menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa serta melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa. Anggota BPD ialah wakil penduduk desa bersangkutan. Mereka ditetapkan dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat. Di desa dibentuk juga beberapa lembaga kemasya rakatan. Lembaga kemasyarakatan ditetapkan oleh peraturan desa. Pembentukannya berpedoman pada peraturan perundang – undangan. Tugas lembaga tersebut adalah membantu pemerintah desa dan memberdayakan masyarakat desa. Misalnya, Lembaga Keamanan Masyarakat Desa (LKMD), Pertahanan Sipil (Hansip), PKK, dan Karang Taruna. Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) merupakan wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa yang memadukan kegiatan pemerintahan desa yang dilakukan secara gotong royong.
Pengurus LKMD umumnya tokoh masyarakat setempat. Pembentukan LKMD disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa berdasarkan musyawarah anggota masyarakat. Fungsi LKMD adalah membantu pemerintah desa dalam merencanakan, pelaksanaan, dan pengendalian pembangunan desa. Selain itu, LKMD memberikan masukan kepada BPD dalam proses perencanaan pembangunan desa. Misalnya, untuk mencegah banjir LKMD dapat mengusulkan pembangunan tanggul atau dam kepada pemerintahan desa. Pada pemerintahan desa terdapat organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Anggota PKK terdiri atas ibu – ibu rumah tangga di suatu desa. Ketua PKK biasanya dijabat oleh istri kepala desa atau lurah.

PKK ber tujuan memberdayakan keluarga, meningkatkan kesejahteraan, dan kemandirian keluarga. Misalnya, PKK mem beri bantuan sosial, pelatihan keterampilan, pos pelayanan terpadu (Posyandu), memberikan bantuan beasiswa, atau mengadakan peng obatan gratis.
Karang Taruna merupakan salah satu organisasi kepemudaan di tingkat desa. Karang Taruna merupakan organisasi pemuda atau pelajar SMP dan SMA di suatu desa atau kelurahan. Tujuan dari organisasi ini, yaitu memberikan pembinaan kepada para remaja untuk menjadi individu mandiri dan memiliki keterampilan. Pembinaan pemuda desa bertujuan agar pemuda desa, terutama pemuda putus sekolah, dapat memperoleh keahlian di bidang tertentu. Misalnya, pembinaan dalam bidang elektronika, kesenian, olahraga, atau lingkungan hidup.

Organisasi Karang Taruna terdapat di wilayah Rukun Warga (RW), desa, dan kecamatan. Karang Taruna merupakan wadah bagi generasi muda desa untuk menyalurkan pendapat dan kreativitasnya. Karang Taruna merupakan lembaga pemberdayaan masyarakat di bawah pembinaan kepala desa dan camat. Karang Taruna dapat memupuk persatuan dan kesatuan di antara generasi muda.
Adapun sumber pendapatan desa adalah sebagai berikut.
•    Pendapatan asli desa yang meliputi:
1.    hasil usaha desa;
2.    hasil kekayaan desa;
3.    hasil swadaya dan partisipasi;
4.    hasil gotong royong.
•    Bantuan pemerintah kabupaten, meliputi bagian perolehan pajak dan retribusi daerah, serta dana perimbangan keuangan pusat dan tingkat daerah.
•    Bantuan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
•    Sumbangan pihak ketiga, misalnya berupa dana hibah.
•    Pinjaman desa
Sumber pendapatan desa dikelola melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBD). Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ditetapkan oleh kepala desa bersama BPD dengan berpedoman pada APBD yang ditetapkan Bupati. Dengan demikian, pada dasarnya, kepala desa bertanggung jawab kepada rakyat desa. Kepala desa harus menyampaikan pokok-pokok pertanggungjawabannya. Oleh karena itu, wewenangnya tidak boleh disalahgunakan. Nah, kamu sekarang sudah paham tentang pemerintahan desa, tetapi apa bedanya dengan pemerintahan kelurahan? Selanjutnya, akan dipelajari tentang pemerintahan kelurahan.
2. Pemerintahan Kelurahan
Setelah kamu memahami desa, kita akan mempelajari kelurahan. Apa yang kamu ketahui tentang kelurahan? Di manakah letak kelurahan? Pemerintahan kelurahan berbeda dengan pemerintahan desa. Kelurahan biasanya terdapat di daerah perkotaan. Perbedaan desa dan kelurahan dapat terlihat dari pemimpin dan cara pemilihannya. Kepala kelurahan sering disebut Lurah. Lurah diangkat dan dipilih oleh pemerintah. Lurah adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mampu dan cakap dalam menjalankan tugas. Lurah diangkat oleh bupati/walikota atas usul kepala kecamatan dari pegawai negeri sipil yang berprestasi. Syaratnya, dia harus mampu dan menguasai pengetahuan tentang pemerintahan.
Selain itu, memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Orang yang menjabat sebagai lurah mempunyai beberapa tugas yang harus dilaksanakan. Tugas lurah bukan hanya memimpin masyarakat di wilayahnya, tetapi masih banyak lagi tugas yang lain. Nah, apa saja tugas – tugas seorang lurah? Ayo, kita pelajari bersama-sama.
Lurah mempunyai tugas, di antaranya:
•    melaksanakan kegiatan pemerintahan kelurahan;
•    memberdayakan masyarakat;
•    melayani masyarakat;
•    menyelenggarakan sistem keamanan agar masyarakat tenteram dan tertib;
•    memelihara prasarana dan fasilitas pelayanan umum di masyarakat;
Dalam melaksanakan tugasnya, lurah bertanggung jawab kepada bupati/walikota melalui camat. Lurah dibantu oleh beberapa perangkat kelurahan yang bertanggung jawab kepada lurah. Kelurahan merupakan gabungan dari beberapa Rukun Warga (RW).
Sejak 1998, pemerintah pusat mencanangkan Program Pemberdayaan Kecamatan (PPK) dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri Perdesaan). PNPM dilaksanakan dalam upaya mengentaskan kemiskin an, perluasan kesempatan kerja di perdesaan, peningkatan kualitas hidup, kesejahteraan, dan kemandirian masyarakat perdesaan. Pemerintahan desa atau kelurahan harus ikut berperan agar program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan baik. Pemerintahan desa atau kelurahan merupakan unsur pemerintahan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Perbedaan antara desa dan kelurahan, dapat kamu lihat dalam tabel berikut.

Setelah kamu memahami perbedaan antara desa dan kelurahan, kita lanjutkan pembahasan materi pada pemerintahan kecamatan.
3. Pemerintahan Kecamatan
Kamu pasti pernah mendengar dan mengenal istilah kecamatan. Tahukah kamu, apa yang dimaksud dengan kecamatan? Apa tugas seorang camat? Wilayah kecamatan merupakan gabungan dari beberapa desa dan atau kelurahan. Berbeda dengan kepala desa dan lurah, kecamatan dipimpin oleh seorang camat. Dalam menjalankan tugasnya camat dibantu oleh sekretaris camat (sekcam). Adapun seorang camat mempunyai tugas sebagai berikut.
•    Mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

•    Mengoordinasikan upaya penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum.
•    Mengoordinasikan penerapan dan pene gakan peraturan perundang – undangan.
•    Mengoordinasikan penyelenggaraan pemeliharaan prasana dan fasilitas pelayanan.
•    Mengoordinasikan penyelenggaraan dari semua kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan.
•    Membina penyelenggaraan pemerintahan desa atau kelurahan.
•    Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya. Juga yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa dan atau kelurahan.

Camat diangkat oleh bupati/walikota atas usul sekretaris daerah kabupaten/kota. Seorang camat harus berasal dari pegawai negeri sipil yang menguasai pengetahuan teknis pemerintahan dan memenuhi persyaratan. Dalam menjalankan tugasnya, camat dibantu perangkat kecamatan. Perangkat kecamatan bertanggung jawab kepada camat. Camat harus mem pertanggungjawabkan tugas-tugasnya kepada bupati/walikota melalui sekretaris daerah kabupaten/kota. Dengan demikian, camat tidak dapat bertindak dan berperilaku secara sewenang-wenang dalam menjalankan tugasnya.

Lembaga Pemerintahan Kabupaten, Kota, dan Provinsi

Lembaga Pemerintahan Kabupaten, Kota, dan Provinsi
1. Pemerintahan Kabupaten/Kota
Setelah kamu memahami dan mengenal lembaga pemerintahan desa/kelurahan dan kecamatan, kamu akan mempelajari tentang kabupaten/kota. Apa yang kamu ketahui tentang kabupaten atau kotamu? Apakah wilayah kabupaten atau kotamu sangat luas? Pada bagian ini, akan dipelajari tentang kabupaten dan kota. Setiap warga negara mempunyai tanda identitas diri seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), dan Paspor. Dalam identitas tersebut dicantumkan nama kabupaten/kota tempat kamu dilahirkan. Misalnya, kamu lahir di Kabupaten Sleman, maka dalam identitasmu akan dicantumkan bahwa kamu lahir di Kabupaten Sleman.

Kabupaten/kota merupakan gabungan dari beberapa kecamatan yang ada di sekitarnya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dipimpin oleh seorang bupati. Pemerintah Kota (Pemkot) dipimpin oleh seorang walikota. Kabupaten/kota merupakan daerah bagian langsung dari provinsi. Kabupaten/ kota dipimpin oleh bupati/walikota yang dibantu oleh seorang wakil bupati/wakil walikota dan perangkat daerah lainnya. Dalam menyelenggarakan pemerintahan, setiap kabupaten/kota dibekali dengan hak dan kewajiban tertentu. Apa yang kamu ketahui tentang hak suatu daerah? Mari, kita perhatikan hak – hak daerah tersebut berikut ini.
1.    Mengatur dan mengurusi sendiri urusan pemerintahannya.
2.    Memilih pemimpin daerah.
3.    Mengelola pegawai daerah.
4.    Mendapatkan sumber – sumber pendapatan lain yang sah.
5.    Mendapatkan hak lainnya yang diatur dalam peraturan perundang – undangan.
Pada dasarnya selain memiliki hak terdapat pula kewajiban yang harus dijalankan. Di samping hak – hak tersebut, daerah juga dibebani beberapa kewajiban yang harus dilakukan, antara lain sebagai berikut.
1.    Menyediakan sarana sosial dan sarana umum yang layak.
2.    Mengembangkan sistem jaminan sosial.
3.    Menyusun perencanaan dan tata ruang pada daerah yang bersangkutan.
4.    Melestarikan lingkungan hidup.
5.    Membentuk dan menerapkan berbagai peraturan perundang – undangan yang sesuai dengan kewenangannya.

2. Pemerintahan Provinsi
Indonesia merupakan negara yang luas. Oleh karena itu, dibagi ke dalam beberapa provinsi. Semenjak reformasi, seluruh provinsi di Indonesia memiliki hak otonomi. Hak itu disebut juga otonomi daerah. Otonomi daerah adalah kewenangan daerah mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat. Kewenangan tersebut berdasarkan aspirasi masyarakat. Pelaksanaannya disesuaikan dengan Undang Undang. Jumlah provinsi di Indonesia sekarang sekitar 33 provinsi. Sebelumnya, hanya ada sekitar 27 provinsi. Jumlah ini karena pemekaran provinsi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam pemerintahan provinsi terdapat dua lembaga pemerintahan, yaitu kepala daerah (gubernur) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD).
a. Gubernur
Pemerintah daerah di wilayah provinsi dipimpin oleh seorang gubernur dan wakil gubernur. Mereka dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat di daerah yang bersangkutan. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Gubernur bertanggung jawab kepada presiden, melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Dalam menjalankan tugas dan kewenangan sebagai kepala daerah, gubernur bertanggung jawab langsung kepada DPRD Provinsi. Gubernur memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut.
1.    Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah di tingkat kabupaten/ kota.
2.    Penyelenggaraan urusan pemerintah di daerah provinsi dan kabupaten/kota.
3.    Pembinaan dan pengawasan penye lenggaraan tugas pembantuan di daerah provinsi dan kabupaten/kota.
b. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Dewan Perwakilan Daerah merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan daerah. Anggota DPRD merupakan perwakilan dari berbagai partai politik yang dipilih melalui pemilihan umum. Anggota DPRD provinsi sekurang-kurangnya berjumlah 35 orang dan paling banyak berjumlah 100 orang. DPRD memiliki fungsi, di antaranya:
1.    legislasi (menyusun peraturan daerah);
2.    anggaran;
3.    pengawasan.
Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah daerah provinsi, antara lain sebagai berikut.
1.    perencanaan dan pengendalian pembangunan;
2.    pelayanan kependudukan dan catatan sipil;
3.    pengendalian lingkungan hidup;
4.    penyediaan sarana dan prasarana umum;
5.    penanganan bidang kesehatan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.